Drama PKN

“Bijak dalam memilih”

BAGIAN 1
Tahun ini adalah tahun pertama Rara, Putri, dan Ikhsan mengikuti pemilu legislatif. Mereka berdiskusi mengenai bakal calon anggota DPR daerah pilihan DKI Jakarta yang akan dipilih tahun ini.
Rara: Tahun ini gue milih nih, kira-kira pilih caleg siapa ya?

Putri: Sama nih, gue kayanya milih H. Sukarmin deh. Dia sering blusukan ke pelosok, dan sangat ramah dengan rakyat. Dia sering datang dalam acara kegiatan amal juga.

Rara: Oh gitu ya, gue milih Hj. Saidah aja deh. Kalau diliat dari kinerjanya lebih bagus, dia banyak terlibat dalam acara di daerah kita. Sumbangan darinya pun sangat besar. Dia juga sering menyumbang amalan untuk anak yatim dan fakir miskin.

Ikhsan: Udah pada milih caleg masing-masing ya? Gue masih bingung nih, besok aja deh gue tentuin.

Sepulang dari berdiskusi, Ikhsan bertemu seorang pria dengan topi.
H. Samiin: Mas, sini sebentar deh (Memanggil)

Ikhsan: Ada apa ya pak?

H. Samiin: Besok mas harus pilih saya ya, H. Samiin dari partai Cinta Damai. Kalau kurang, hubungi saya saja, saya tunggu di TPU Rawa Asri (Menyodorkan uang 500 ribu lalu pergi)

Ikhsan: Tapi… Pak. Ah yasudah lah (Kebingungan, pulang ke rumah)

BAGIAN 2
Keesokannya, Rara, Putri, dan Ikhsan pergi bersama ke TPU Rawa Asri. Mereka telah mantap dengan pilihan caleg-nya masing-masing. Terkecuali Ikhsan yang masih bimbang dengan plihannya, dan ditambah ia disogok oleh salah satu caleg dapil Jakarta. Mereka duduk di tempat yang telah disediakan di TPU. Sembari menunggu, mereka pun berdiskusi.

Putri: Eh denger-denger banyak caleg yang curang ya? Mereka ada yang menyuap warga dengan iming-iming uang.

Rara: Masa sih? Wah gabener dong kalau seperti itu. Gue sih kalau ditawarin uang gaakan mau. Gue kepengen Jakarta kita ini punya wakil rakyat yang jujur.

Ikhsan: Eh, sebentar ya gue kebelakang dulu (Panik)

Ikhsan menemui sang caleg, H. Samiin dibelakang TPU Rawa Sari
Ikhsan: Pak, saya tidak mau milih bapak.

H. Samiin: Loh kenapa? Uangnya kurang? Mau ditambah berapa? (Menghitung uang)

Ikhsan: Bukan, saya gamau terima uang dari bapak. Saya ingin pilih wakil rakyat Jakarta dengan hak saya sendiri. (Mengembalikan uang)

H. Samiin: Kamu ya, dikasih uang gamau! Saya tau kamu orang susah, jangan sombong kamu! (Marah)

Ikhsan: Pokoknya saya gamau pak! Saya ingin Jakarta ini mempunyai wakil rakyat yang jujur, tidak seperti bapak! (Pergi meninggalkan H. Samiin)

Ikhsan lalu kembali ke tempat antri TPU dengan perasaan yang lega.
Putri: Ikhsan, sana gih lu milih. Gue sama Rara udah milih.

Rara: Jangan salah pilih ya.


Ikhsan: Iya. Gue pasti bakal milih caleg yang baik untuk daerah kita ini. (Pergi ke tempat kotak suara)

Comments

Popular posts from this blog

Recount text (from experience)

Contoh Dialog B. Inggris (3 orang)

Negara Yang Menganut Sistem Merkantilisme