Negara yang Menganut Sistem Merkantilisme

  1. Sistem Merkantilisme di Jerman
Merkantilisme di Jerman dilaksanakan pada masa pemerintahan kaisar Frederick Wilhelm I dan disebut “KAMERALISME” yang artinya adalah “kas dari raja”. Perekonomian digalakkan dengan cara menarik pajak setinggi-tingginya untuk mengembangkan perekonomian serta menggalakkan perusahaan dagang yang beroperasi di negeri jajahannya yaitu Guinea di Afrika. Pada masa tersebut yang berperan di Jerman adalah Kerjaan Prusia. Perekonomian Jerman pada abad ke-16  tertinggal jauh dibandingkan dengan negara lain. Problema Jerman sebagai negara agraris pada waktu itu tentu berbeda dengan Inggris dan Belanda sebagai negara pantai karena sebagian besar produksinya adalah hasil pertanian.

Awal abad ke-17 terjadi perang agama selama 30 tahun sehingga produksi merosot. Usaha yang dilakukan pemerintah Prusia : Emigrasi dilarang/ dipersulit, imigrasi dianjurkan (pemodal dari luar diterima dengan terbuka), mendirikan pabrik-pabrik yang dikelola negara. Kerajaan Prusia kelak berperan menjadi motor yang mempersatukan beberapa kerajaan menjadi negara kesatuan Jerman tahun 1871. reaksi terhadap Merkantilisme adalah lahirnya pemikir yang menganjurkan adanya kebebasan berusaha bagi setiap orang yang diutarakan oleh Adam Smith dengan semboyan Laissez Faire, Laissez Passer (bebas memproduksi serta bebas memasarkan).


  1. Ekonomi di Jerman

A.                Bidang Pertanian

Sekitar abad ke-16, bidang pertanian merupakan sumber utama ekonomi Jerman. Unsur feudalisme masih teguh diamalkan dalam masyarakat Jerman. Sebagai contoh;
·         Petani masih bergantung kepada pemerintah dan terikat dengan sistem perbudakkan.
·  Kegiatan pertanian masih dijalankan menggunakan kaedah primitif yaitu masih menggunakan sistem tiga bidang. Peralatan yang digunakan seperti alat bajak sawah masih menggunakan kayu. Tenaga kerbau digunakan untuk membantu dalam aktivitas pertanian..
Pada masa itu, petani merupakan golongan miskin yang tertindas. Mereka terbeban dengan cukai tanah dan tidak ada kebebasan melakukan pekerjaan. Sistem peradilan diciptakan oleh pendeta dan golongan bangsawan dan keputusan jarang memihak kepada golongan petani sehingga banyak diantara mereka menjadi hamba sahaya / budak Kemiskinan dan penindasan ini membawa kepada pemberontakan para petani. Mereka bangkit menentang golongan bangsawan dan menuntut hak serta kebebasan dari pemerintah. Tuntutan golongan petani ialah;
o   Kehidupan yang bebas seperti memasuki hutan dan pergi berburu.
o   Terbebas dari sistem perbudakkan
o   Menuntut untuk mendapatkan tanah atas hak pribadi
Pemberontakan yang mengorbankan lebih kurang 100, 000 orang petani ini gagal. Walau bagaimanapun, perkara tersebut mendapat perhatian dari pemerintah Jerman. Pemerintah Jerman mulai melakukan perubahan dalam bidang pertanian. Pembaharuan yang dilaksanakan yaitu:
    • Pembangunan sektor pertanian oleh Frederick
    • Mengecualikan cukai selama 10 tahun
    • Penghapusan system buruh.
    • Pembagian tanah pertanian untuk menggalakkan Pertanian
Walaupun sektor pertanian mengalami perkembangan, namun belum selaras dengan taraf hidup petani. Mereka masih menjadi buruh dan terikat dengan tuan tanah. Dalam kata lain, kehidupan golongan petani masih dalam kedudukan yang sama. Petani hanya menemui kebebasan apabila Raja Frederick II menghapuskan sistem buruh dan Raja Joseph II menghapuskan jasa buruh sekitar tahun 1870-an.

B.                Bidang Perindustrian
Pada abad ke-16, industri tekstil maju secara besar-besaran di Jerman. Perusahaan sutera juga berkembang pesat. Masyarakat desa turut terlibat dalam perusahaan menghasilkan pakaian yang terbuat dari wol dan linen. Muncul pabrik-pabrik tekstil pada abad ke-18 di Bohemia.
Perdagangan berpusat di kota seperti Luberk, Hamburg dan Bremen. Venice muncul menjadi pelabuhan utama dan penting. Kota-kota baru turut muncul bersamaan dengan pesatnya kemajuan pabrik gandum, kerajinan, dan peternakan sapi.

Perkembangan industri semakin gencar membangun wujudnya kerjasama antara kerajaan dengan perusahaan swasta. Sebagai contoh, pembangunan pabrik senjata di Spandau, Berlin.
Industri kerajinan seperti perusahaan memintal benang turut berkembang di kawasan pedalaman Jerman

Kemajuan ekonomi di Jerman membawa kepada kekuatan kedudukan saudagar (bourjois). Golongan saudagar ini kemudian mendirikan berbagai organisasi perniagaan baru sehingga menenggelamkan organisasi perniagaan tradisional seperti kesatuan pengrajin dan kesatuan pedagang,

  1. Kondisi Sosial
Kondisi rakyat Jerman pada saat itu terbilang sangat jauh dari kemakmuran. Kebanyakan dari mereka berprofesi sebagai petani dan hamba sahaya yang miskin. Terikat dari peraturan pemerintah yang menerapkan system perbudakkan. Pemerintah meraup untung dari hasil kerja para petani. Dan para petani pun dibayar namun tidak sesuai dengan taraf hidupnya atau dibayar sedikit dari hasil kerjanya
Pesatnya perkembangan industry Jerman tidak membuat rakyat Jerman makmur. Mereka menjadi buruh dengan upah yang sedikit. Hasil industry akan diekspor keluar negeri, dan keuntungan diambil pemerintah.

  1. Sistem Pemerintahan
Jerman menerapkan system buruh dan system perbudakkan/hamba sahaya. Buruh hanya akan digaji lebih kecil dari yang seharusnya. Pemerintah melarang rakyatnya untuk berdagang bebas dan pemerintah melarang impor dari luar negeri. Pemerintah hanya akan mengekspor produk hasil dalam negeri dan dijual diluar negeri. Dan meraup keuntungan demi kepentingan raja.

Comments

Popular posts from this blog

Recount text (from experience)

Contoh Dialog B. Inggris (3 orang)

Negara Yang Menganut Sistem Merkantilisme